Sejarah

Tahun 2016, genap tahun ke-23, Asrama SMA Sedes Sapientiae Bedono melayani masyarakat. Tahun 1994, tahun ke-4 setelah SMA Sedes Sapientiae Bedono berdiri (dari hasil kesepakatan alih kelola SMA Sanjaya/ Yayasan Sanjaya kepada Yayasan Marsudirini), maka diwujudkanlah gagasan mendirikan asrama bagi anak putra dan putri. Berdirinya asrama yang semula didorong oleh kekhawatiran akan jumlah siswa yang terus menurun, dalam perkembangannya menuntut tak sekedar kebutuhan akan tempat tinggal. Gayung bersambut, masyarakat memang membutuhkan pendampingan yang menyeluruh akan pendidikan putra-putrinya. Selain rasa aman, asrama memberikan jawaban akan kebutuhan pendidikan yang tidak semata-mata formal, tetapi unsur-unsur pengolahan pribadi lebih terlayani.
Diawali dengan 7 anak putra dan 12 anak putri, mereka tinggal di 2 tempat. Putri menempati lokal sekolah, sekarang untuk Kegiatan Belajar Mengajar (R. 110 dan R. 111) sementara putra di sebuah bangunan kosong yang disewa, terletak bersebarangan dengan sekolah. Keadaan ini berlangsung hingga persiapan bangunan Asrama Putri selesai pada akhir tahun 1994. Anak-anak putra menempati aula sekolah hingga enam belas tahun kemudian.
Tepat mengawali tahun ajaran baru 2010/ 2011 fasilitas yang cukup membanggakan hadir, dengan dihuninya gedung baru berikut dapur, bagi anak Asrama Putri yang pembangunannya dimulai tahun 2009, mereka pindah dari tempat lama yang dihuni sejak tahun 1995. Artinya setelah 16 tahun, perkembangan sarana menjadi tanda perkembangan pelayanan, dan para pengelola semakin yakin akan pilihan sekolah berasrama. Gedung bekas Asrama Putri, digunakan untuk tinggal anak-anak putra.
Kurang dari lima tahun sarana bertambah dengan diresmikannya perluasan gedung Asrama Putra dan dapur yang lebih memadahi. Saat peresmian sarana baru yang dilaksanakan tgl 20 April 2015 semakin meneguhkan semua yang terlibat dalam karya untuk selalu meningkatkan pelayanan meskipun berbagai kesulitan ada di depan mata.
Sebagai catatan, hingga saat ini anak SMA Sedes Sapientiae Bedono tidak diharuskan tinggal di asrama, maka ada sebutan anak asrama dan anak non. Sebagian besar anak asrama berasal dari luar kota, tapi tak kurang ada juga yang berasal dari Ambarawa dan sekitarnya. Untuk Tahun Pendampingan 2016/ 2017 anak baru asrama putra dan putri sebanyak 124 orang. Apakah ini tanda, bahwa upaya mengundang kepercayaan masyarakat terus berbuah? Sang waktu akan membantu menjawab.
Hingga tahun 2016 Asrama Sedes Sapientiae Bedono telah melayani lebih kurang 1500 insan muda yang memperjuangkan masa depannya di tempat ini. Sebagai hari jadi Asrama SMA, ditetapkan Juli tahun ajaran baru 1994/1995.
Sambil terus berbenah, karya pelayanan para suster OSF yang mengambil semangat Santo Fransiskus Asisi untuk asrama putra dan Ibu Magdalena Daemen untuk asrama putri, menyadari tantangan kedepan tidaklah mudah. Isu dunia global, tugas lembaga pendidikan membentuk manusia utuh dan tantangan kelestarian lingkungan selalu mengingatkan seluruh civitas Asrama dan Sekolah SMA Sedes Sapientiae Bedono, bahwasanya perjuangan belum berhenti.


Back to Top