Upacara Penutupan TMMD Kodim 0714/Salatiga

Upacara Penutupan TMMD Kodim 0714/Salatiga Kamis (08/08) SMA Sedes Sapientiae Bedono diundang ke acara upacara Penutupan TMMD  Sengkuyung tahap ll tahun 2019 tingkat Kabupaten Semarang, yang digelar di lapangan Karanganyar, Desa Bedono, Kec. Jambu, Kab. Semarang. 

Sarana Memupuk Semangat Nasionalisme Melalui Upacara Bendera

Sarana Memupuk Semangat Nasionalisme Melalui Upacara Bendera

Dalam rangka meningkatkan semangat nasionalisme siswa SMA Sedes Sapientiae Bedono, maka pada hari senin (05/08) diadakan upacara bendera bertempat di lapangan SMA Sedes Sapientiae Bedono. Upacara ini berlangsung hikmat dan tertib. Upacara ini dimulai pada pukul 06.45, dengan siswa/i kelas XII Alam sebagai petugas, sebagai pembina Bapak Alluisius Prananta

 

 

Senam Bersama

Senam Bersama Pemandangan menarik telihat pada hari Sabtu (03/08) di lapangan SMA Sedes Sapientiae Bedono. Ratusan murid menggunakan pakaian olahraga secara serentak, untuk mengikuti acara senam bersama. Acara ini dilaksanakan di Lapangan SMA Sedes Sapientiae Bedono pada pukul 06.45.

Visitasi Tim Asesor Yayasan Marsudirini

Visitasi Tim Asesor Yayasan Marsudirini

SMA Sedes Sapientiae Bedono mendapatkan jadwal akreditasi Yayasan Marsudirini pada 2-3 Agustus 2019. Tim akreditasi yayasan terdiri dari Bapak Jarot dan Bapak Yosi. Seluruh komponen sekolah mempersiapkan dengan baik untuk mensukseskan akreditasi ini.

1  2  3  4  5  ...  75

MENCARI ARTI HIDUP

12 April 2019

MENCARI ARTI HIDUP
SEDES BEDONO, SMA Sedes Sapientiae Bedono seperti tahun-tahun sebelumnya secara rutin menyelenggarakan kegiatan live in untuk siswa-siswi kelas XI. Melihat perkembangan jaman yang semakin berkembang pesat, dalam kegiatan live in siswa-siswi juga diajak untuk merenungkan, mengintepretasikan, mengaitkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang telah dipelajari di sekolah. Siswa juga dapat semakin mampu mengolah kemampuan intelektual, sosial, emosional, religius, fisik, dan moral yang dimiliki. Selain itu, dari pengalaman live in ini siswa-siswi diharapkan dapat memperoleh bekal kecakapan hidup non akademis yang akan berguna untuk kehidupannya di masa mendatang untuk menyambut milenial 4.0. Oleh karenanya dalam kegiatan live in, siswa-siswi secara langsung akan diajak untuk belajar hidup secara nyata bersama-sama dengan masyarakat dari lapisan yang berbeda dengan kehidupan mereka dan bukan hanya sekedar DRAMA saja "Jika Aku Menjadi" agar terlihat peduli tapi harus mampu mengubah pola hidup, cara pikir, dan cara pandang yang baru. Maka pada live in kali ini mencoba untuk mengusung tema “Memahami Arti Hidup”. Bukan hanya sekedar hidup saja tapi juga dapat menemukan filosofi dari setiap kegiatan yang dilakukan dan menanamkannya dalam diri masing-masing siswa.

Penerjunan ke masing-masing lokasi sudah dilakukan pada Minggu (31/3) lalu. Masing-masing siswa akan merasakan tinggal dan beraktivitas bersama keluarga barunya di lokasi live in selama 4 hari. Lokasi live in tetap sama seperti tahun sebelumnya dengan terbagi menjadi tiga zona. Pertama zona Temanggung yang terdiri dari tujuh daerah, yaitu: Porot, Banyurip, Kemiri, Pakisan, Gambang Waluh, Kedungwangan, dan Wonokerso. Lalu zona dua, zona Magelang yang terdiri dari tiga daerah, yaitu: Gondangan, Bandongan, dan satu daerah baru Kedakan. Sedang zona tiga, zona Semarang yang juga terdiri dari tiga daerah, yaitu Bejalen, Pancuran, dan Bonsari. Masing-masing daerah yang dipilih memiliki karakter mata pencaharian yang khas. Ada yang bermata pencaharian sebagai peternak, perikanan, petani, penjual, buruh tani. Seperti di zona Magelang ketiganya merupakan masyarakat petani sayur, dari mulai pembibitan, penanaman, perawatan, sampai dengan memanen dan menjualnya.

Kegiatan live in ini berakhir dan siswa-siswi ditarik dari lokasi pada hari, Kamis (4/4). Lalu pada hari Jumat (5/4) dan Sabtu (6/4) ini siswa-siswi akan merefleksikan nilai-nilai apa yang telah diperoleh dari setiap kegiatan yang telah mereka ikuti bersama keluarga baru mereka. Juga pelajaran hidup lain yang dapat mereka peroleh selama berkegiatan, baik dengan alam, hewan, tumbuhan serta makluk hidup lainnya. Seperti halnya belajar hidup dari sebuah tanaman, dilahirkan, dirawat, bermanfaat bagi lingkungan, lalu kemudian kembali pada takdirnya. Dari sinilah nilai-nilai tersebut kemudian akan diendapkan dalam pengendapan yang akan dilaksanakan pada hari Minggu (7/4) s.d Senin (8/4) di Griya Assisi Bandungan bersama Romo Eko.

Ada kesan yang senantiasa terselip dalam setiap hela nafas mereka, itu pasti. Merasa kerasan dan ingin kembali ke lokasi live in dan tinggal kembali bersama orang tua baru mereka menjadi sebuah mimpi yang sangat terasa. Selalu muncul kerinduan, ingin bertemu meski hanya untuk sesaat. Kesan ini selalu ada. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana akan memaknai arti dari hidup itu sendiri dan tidak hanya sekedar lewat untuk sesaat dan kemudian berlalu. Bahagia, sedih, penuh perjuangan, terkekang keadaan, terpuruk merupakan bagian dari hidup itu sendiri yang tentunya memiliki arti yang mampu mengubah pola hidup, cara pikir, dan cara pandang yang baru, serta lebih baik. (nn_ss)


Back to Top