KEMAH RAYON BAGUSTO: AJANG PERSAUDARAAN DAN BELAJAR BERTAHAN HIDUP DI ALAM

KEMAH RAYON BAGUSTO: AJANG PERSAUDARAAN DAN BELAJAR BERTAHAN HIDUP DI ALAM Angin malam menyapu dahan dan ranting-ranting meniupkan persahabatan. Menambah beku menusuk dinding-dinding kain sintetis yang mulai mengembun. Empat hari tiga malam aku bergelut dengan alam yang penuh makna. Ada kebersamaan, persaudaraan, dan pelajaran hidup yang menguatkan.

ZIAREK GURU-KARYAWAN: MENEROBOS GERIMIS DALAM KEBERSAMAAN

ZIAREK GURU-KARYAWAN: MENEROBOS GERIMIS DALAM KEBERSAMAAN Langit pagi itu begitu cerah. Namun angin di Selatan menggelayut awan. Aku pikir hari akan hujan di Jogja. Untungnya, hanya gerimis yang mengiringi langkah kami di sela-sela perjalanan refleksi ini. Tentunya, dalam perjalanan ini ada kebersamaan dan keakraban yang kami pungut.

Generasi Pramuka Masa Kini, Harapan Bangsa di Masa Depan

Generasi Pramuka Masa Kini, Harapan Bangsa di Masa Depan Udara pagi begitu sejuk. Daun-daun kelapa melambaikan jemarinya dari tunas-tunas baru. Tunas-tunas kelapa tak pernah punah untuk bangsa ini. Menjadi inti dari kelangsungan hidup bangsa ini.

Kunci Magis: Membuka Pintu Masa Depan

Kunci Magis: Membuka Pintu Masa Depan Selamat datang, para calon pemimpin masa depan! Hari ini, kalian bukan hanya melangkah ke gerbang sekolah baru, tapi juga menggenggam sebuah kunci magis di tangan kalian. Kunci ini bukan terbuat dari logam biasa, melainkan dari semangat, rasa ingin tahu, dan potensi luar biasa yang ada dalam diri setiap individu. Jangan takut untuk memutar kunci ini. Terkadang, pintu yang terbuka mungkin bukan yang kalian bayangkan, tapi percayalah, di baliknya selalu ada hal baru yang menanti untuk dipelajari dan dinikmati.

1  2  3  4  5  ...  111

Menapaki Jalan Tuhan: Peregrinasi Penuh Makna di MPLS-MPLA

23 July 2024

Menapaki Jalan Tuhan: Peregrinasi Penuh Makna di MPLS-MPLA

BEDONO, Sabtu (20/7) — Memasuki subuh hari keempat MPLA, para peserta didik menjalani peregrinasi penuh tantangan yang berakhir dengan upacara inagurasi di GMKA (Gua Maria Kerep Ambarawa). Peregrinasi adalah perjalanan mengembara atau ziarah yang dilakukan untuk merasakan kasih Tuhan dan berpasrah kepada-Nya. Hal ini dimaksudkan untuk dapat memaknai setiap perjalanan untuk menjadi kapten yang tangguh.

Pada pukul 02.00 pagi, panitia dan peserta didik sudah bangun dan mempersiapkan barang-barang yang akan digunakan untuk kegiatan peregrinasi ke lapangan. Pada pukul 02.30, seluruh peserta didik sudah berkumpul di lapangan. Panitia segera membagi peserta didik menjadi 14 kelompok, dengan masing-masing kelompok didampingi oleh dua anggota panitia. Masing-masing kelompok diberangkatkan satu per satu dengan jeda waktu tiga menit antar kelompok. Perjalanan dimulai menuju Stasiun Bedono sebelum berjalan mengikuti rel kereta api.

Pos pertama yang mereka datangi terletak di pos ronda, dilanjutkan ke pos kedua yang terletak dekat terowongan. Dari sana, mereka harus melewati jembatan bambu yang menggantung di atas jurang untuk mencapai pos ketiga di Stasiun Jambu, tempat mereka sarapan sekitar pukul 06.30. Perjalanan ini tidak mudah; banyak peserta yang keseleo dan terluka akibat melewati rintangan seperti batu-batu yang membuat mereka tersandung di tengah kegelapan sebelum matahari terbit. Selain itu, peserta juga bertemu dengan ular sawah yang diduga berbisa, membuat perjalanan lebih berbahaya.

Namun, semua rintangan ini terbayar dengan pemandangan alam yang sejuk dan indah. Sepanjang perjalanan, peserta disuguhi pemandangan Gunung Telomoyo, sawah-sawah yang luas, dan desa-desa terpencil yang menambah pengalaman tak terlupakan pada kegiatan ini. Perjalanan dilanjutkan menuju pos empat dan lima yang melewati rel bolong-bolong dan harus berjalan melampaui arus air.

Destinasi terakhir dari kegiatan peregrinasi ini adalah Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA). Sesampainya di sana, upacara inagurasi dimulai pada pukul 10.00. Upacara inagurasi adalah upacara untuk meresmikan atau mengukuhkan peserta didik sebagai anggota penuh dari SMA Sedes Sapientiae Jambu. Upacara ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Sr. Coleta M.Pd, OSF dan Bpk. H. Rackhmad Kristianto A. Satu per satu peserta didik dikenakan jas almamater, menandakan mereka secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar Sedes. Kegiatan ini ditutup dengan makan siang bersama sebelum kembali ke asrama menggunakan bus.

 

Penulis : Leow Vincent Vintizel/ Panitia MPLA
Kelas    :XII-B



Back to Top